Quarter Life Crisis
- Pengertian Quarter Life Crisis
Quarter Life Crisis menggambarkan periode ketidakpastian yang umumnya dialami oleh individu berusia 20-30 tahun, individu sudah memiliki gambaran kehidupan yang akan dilalui untuk merancang masa depannya. Individu akan meragukan diri sendiri, tidak percaya diri, merasa tidak berdaya, stres, memiliki emosi yang tidak stabil, takut mengalami kegagalan, serta merasa diasingkan oleh lingkungan sekitar.
Saat melakukan suatu hal yang berkaitan dengan kehidupan, individu akan berpikir berulang kali dan merasa ragu apakah dirinya dapat mengatasi segala tantangan dan permasalahan yang ada. Mayoritas individu yang mengalami Quarter Life Crisis merasakan rasa khawatir yang berlebih terhadap masa depan karena takut kehidupan yang akan datang tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan dan rencanakan sebelumnya. Individu akan merasa kehilangan motivasi hidup ketika mengalami masa krisis.
- Penyebab Quarter Life Crisis
Faktor penyebab terjadi Quarter Life Crisis salah satunya dikarenakan intoleransi ketidakpastian seperti hasil penelitian oleh Balqis (2023), yang menemukan bahwa terdapat perbedaan kategori usia dan jenis kelamin. Quarter Life Crisis memiliki karakteristik usia tertentu yang memiliki potensi tinggi mengalami Quarter Life Crisis . Usia antara 20 β 24 menduduki tingkatan Quarter Life Crisis yang berpotensi tinggi. Menurut Martin (dalam Herdian, 2023) menyatakan bahwa usia milenial memiliki tingkatan yang lebih tinggi atau potensi yang lebih besar mengalami Quarter Life Crisis dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Menurut Balqis (2023), menjelaskan bahwa pada usia 22-35 tahun memiliki resiko yang lebih tinggi mengalami tekanan dan stress pada Quarter Life Crisis dibandingkan dengan kelompok usia yang lebih muda. Menurut Murray (dalam Argasiam,2024) menjelaskan bahwa Quarter Life Crisis dapat menyerang individu yang memasuki usia antara 18-29 tahun termasuk kaum millennial. Individu yang merasa Quarter Life Crisis terjadi karena mimpi dan harapan, tantangan akademik, keyakinan dan spiritualitas serta kehidupan pekerjaan dan karir.
- Gejala dan Tanda Quarter Life Crisis
Quarter Life Crisis dapat dipicu oleh sejumlah faktor yang bersumber dari tekanan sosial, ketidakpastian masa depan, hingga perubahan signifikan dalam aspek-aspek kehidupan. Berikut beberapa faktor penyebab yang dapat memicu kondisi ini.
- Tekanan dari Lingkungan Sosial
Tekanan dari lingkungan sosial, terutama dalam hal ekspektasi keluarga, teman-teman, dan masyarakat umum, dapat menjadi beban yang signifikan. Harapan untuk mencapai sukses dalam karier, memiliki hubungan yang stabil, atau mencapai standar tertentu seringkali menciptakan tekanan psikologis yang memengaruhi persepsi diri dan memberikan kontribusi terhadap munculnya Quarter Life Crisis.
- Ketidakpastian tentang Masa Depan
Ketidakpastian mengenai arah hidup dan masa depan merupakan faktor lain yang dapat memicu Quarter Life Crisis. Pada fase ini, banyak individu merasa cemas dan bingung tentang pilihan-pilihan hidup yang harus diambil, seperti memilih karier yang tepat atau mengatur prioritas dalam hubungan pribadi. Rasa tidak pasti ini dapat menimbulkan kekhawatiran yang signifikan.
- Perubahan dalam Hubungan dan Karier
Perubahan dalam hubungan pribadi dan karier juga dapat menjadi pemicu Quarter Life Crisis. Pergantian pekerjaan atau kehilangan hubungan yang signifikan dapat menciptakan kekosongan emosional dan meningkatkan rasa ketidakamanan, hingga menyebabkan krisis identitas yang mendalam.
- Ragu dalam Mengambil Keputusan
Rasa ragu dan tidak bisa mengambil keputusan yang tepat seringkali muncul pada fase Quarter Life Crisis. Anda mungkin terjebak dalam lingkaran ketidakpastian, serta takut membuat kesalahan yang dapat berdampak pada masa depan. Hal ini dapat memicu kebimbangan mental yang signifikan.
- Mengalami Permasalahan Finansial atau Pekerjaan
Masalah finansial atau pekerjaan yang tidak memuaskan dapat menjadi pemicu Quarter Life Crisis. Ketidakstabilan ekonomi dan kesulitan mencapai stabilitas dalam karier, secara tidak langsung dapat menyebabkan stres finansial yang memengaruhi kesejahteraan emosional dan mental Anda.
- Peran Guru BK Mengatasi Quarter Life Crisis
Peran Guru BK memberikan layanan konseling individual pada siswa Quarter Life Crisis dengan teknik empty chair, βPada umumnya Quarter Life Crisis muncul pada usia 18 tahun, periode ini mulai dari masa remaja akhir hingga pertengahan 30-an, hal ini ditandai dengan mulainya mempertanyakan perubahan dan masa depan mereka di hari yang akan datang. Krisis ini muncul karena kekhawatiran terhadap ketidakpastian di kehidupaan akan mendatang seperti hubungan seseorang, karier, dan sosialnya. Tahap transisi antara masa remaja akhir dan masa dewasa awal, yang dikenal sebagai masa dewasa awal, adalah saat seseorang harus memutuskan bagaimana mereka ingin menyesuaikan diri dengan masyarakat.
Dengan adanya permasalahan diatas yaitu siswa mengalami Quarter Life Crisis peran Guru BK dalam memberikan layanan konseling individual sesuai dengan teori menurut Prayitno yang dikutip oleh Ulfiah mengatakan bahwa : βKonseling individual adalah proses belajar melalui hubungan khusus secara pribadi dalam wawancara antara seorang konselor dan seorang konseli/klien. Konseli/klien mengalami kesukaran pribadi yang tidak dapat dipecahkan sendiri, kemudian ia meminta bantuan konselor sebagai petugas yang professional dalam jabatannya dengan pengetahuan dan keterampilan psikologi. Konseling ditujukan pada individu yang normal, tengah mengalami kesukaran dalam mengalami masalah pendidikan, pekerjaan, dan sosial di mana ia tidak dapat memilih dan memutuskan sendiri.
Solusi dalam mengatasi permasalahan terkait siswa yang mengalami Quarter Life Crisis yaitu dengan menggunakan teknik empty chair seperti teori (Frederick S. Perls, 2001:129) yaitu : βTeknik ini diperuntukan untuk mengatasi klien yang mengalami masalah atau konflik yang tidak otentik. Teknik kursi kosong awalnya dikembangkan oleh Perls sebagai teknik bermain peran yang melibatkan klien atau imajiner. Klien duduk diseberang kursi kosong (imajiner) dan memainkan peran tertentu. Teknik ini merupakan teknik permainan peran dimana konseli memerankan dirinya sendiri dan peran orang lain atau beberapa aspek kepribadiannya sendiri yang dibayangkan duduk atau berada di kursi kosong.β Metode ini dipandang relevan untuk memberikan siswa pengetahuan yang mereka butuhkan untuk mengambil keputusan setelah mengidentifikasi posisi yang cocok untuk mereka.
- Tips Tambahan MengatasiQuarter Life Crisis
- Kapan harus mencari Bantuan Profesional:
Kita bisa mencari bantuan Profesional jikalau memang dirasa diri kita sudah tidak mampu atau sanggup untuk mengatasi Quarter Life Crisis ini, dimana kita perlu bimbingan dan arahan Profesional untuk kita bisa mencapai hal yang kita inginkan di fase Quarter Life Crisis ini. Ada beberapa cara untuk menyikapi fase Quarter Life Crisis ini, salah satunya adalah dengan cara berani untuk mengatakan kebenaran dan memanfaatkan masa ini untuk mengenali diri lebih jauh.
- Peran keluarga dan teman dalam menghadapi Quarter Life Crisis :
Peran keluarga dan teman pada saat kita berada di fase ini sangatlah penting dengan adanya dukungan sosial, emosional, dan adanya sebuah penghargaan yang keluarga dan teman berikan itu akan sangat berpengaruh pada perkembangan diri pada fase ini. Carilah lingkungan pertemanan yang sehat dan tidak toxic serta lingkungan yang selalu mensupport kita dalam melakukan hal baik.
Daftar Pustaka
Alexandra Robbins & Abby Wilner. (2001). Quarter Life Crisis : The Unique Challenges of life in Your Twenties. New York : Jeremy P. Tarcer/Putnam.
Argasiam, B & Putri, S,. 2024. Quarter Life of Crisis in the Millennial Group in terms of Social Comparison and Resilience. Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA, Vol. 15 (2) Desember (2023).
Balqis, A & Karmiyati, D,. 2023. Quarter-Life Crisis: Personal Growth Initiative As A Moderator Of Uncertainty.
Fitri Nur, M. I., & Lukman. (2023). Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga Dengan Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Journal Of Art, Humanity & Social Studies, 72.
Herdian, H & Wijaya, D,. 2023. βI Am Mentally Healthy, So I Can Choose Well.β Quarter-Life Crisis And Positive Mental Health In Students. Dalat University Journal Of Science. Volume 13, Issue 3, 2023 51-58
Mayasari D.A & dkk. (2024) Peran Guru Bk Dalam Mengatasi Quarter Life Crisis Melalui Konseling Individual Dengan Teknik Empty Chair Pada Siswa. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran. Vol. 2, No.10.
Pamungkas, R. P., & Hendrastomo G. (2024). Quarter Life Crisis Di Kalangan Mahasiswa. ππ’π΄π¬π’π³π’ : ππ―π₯π°π―π¦π΄πͺπ’π― ππ°πΆπ³π―π’π π°π§ ππ°π€πͺπ¦π΅πΊ ππ΅πΆπ₯πͺπ¦π΄. 174-190.
